Putihnya Pasir Pantai Trikora di Pulau Bintan Riau

Putihnya Pasir Pantai Trikora di Pulau Bintan Riau – Pantai Trikora terletak di sebelah timur Pulau Bintan kepulauan Riau, lebih tepatnya di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang (sekitar 45 km arah timur Kota Tanjungpinang). Untuk akses jalan menuju pantai Trikora dari Kota Tanjungpinang relatif mudah karena kondisi jalannya mulus beraspal. Dari Tanjungpinang sampai perbatasan Kabupaten Bintan jalan raya beraspal bagus dan dapat dilalui tiga sampai empat lajur mobil. Namun, mulai dari perbatasan Gunung Kijang menuju Pantai Trikora kondisi jalan menjadi menyempit dan hanya cukup untuk dua lajur kendaraan saja.

Sebagai catatan, tidak ada angkutan umum yang melayani rute ke Pantai Trikora. Jadi, apabila hendak ke pantai ini, dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun mobil sewaan. Memasuki kawasan pantai, Anda akan melewati gapura selamat datang dan papan bertuliskan Objek Wisata Tanjung Pesona Pantai Trikora.

Putihnya Pasir Pantai Trikora di Pulau Bintan Riau

Putihnya Pasir Pantai Trikora di Pulau Bintan Riau
Putihnya Pasir Pantai Trikora di Pulau Bintan Riau ( gambar diambil dari katalogwisata.com )

Pantai Trikora terkenal akan keindahannya, pasir pantainya yang bersih dan berwarna putih. Bebatuan koral besar juga mencari ciri khas pantai ini. Fungsi bebatuan tersebut untuk memecah ombak yang agak besar, selain itu kita kerapkali menemui warga yang memancing ikan dan duduk diatas bebatuan besar. Batu-batu Koral tersebut tak jarang menjadi tempat favorit bagi para wisatawan yang bergantian mendokumentasikan perjalanannya di tempat alami tersebut maupun untuk sekedar berjemur.

Menyusuri pantai ini hiasan ornamen batu alami terlihat unik dan megah dengan ukuran raksasanya sebagaimana yang ditemukan di Pulau Belitung. Dan posisi batu juga memiliki ciri khas sendiri. Tidak hanya dapat dilihat di pantai saja, akan tetapi sampai ke persawahan penduduk yang berada di luar garis pantai.

Pantai Trikora memiliki pemandangan alam yang indah. Di sepanjang pantainya yang berpasir putih ditumbuhi ribuan pohon kelapa dan pepohonan lainnya seperti tanaman bakau. Pantai yang satu ini memang diakui memiliki pesona alam yang menjadi magnet bagi para wisatawan. Kealamiannya masih tergaja dengan baik. Hamparan pasir putih, bebatuan besar, serta pepohonan nyiur yang berbaris di sepanjang bibir pantai, menyajikan panorama yang membuai hati. Masyarakat lokal mengenal Pantai Trikora merupakan objek wisata alam murah dan meriah. Tidak hanya tamu lokal saja yang selalu mengunjungi kawasan wisata ini pada akhir pekan, wisatawan asing pun tidak mau ketinggalan menikmati keindahan alamnya. Deburan ombak dan pasir putih di Trikora kerap diumpamakan sebagai Bali kedua.

Kuliner

Di beberapa bagian Pantai Trikora banyak terdapat kedai-kedai penjual minuman, makanan dan pondok-pondok kecil sebagai tempat penginapan. Di depan kedai maupun pondok yang berada di pesisir pantai itu tampak pulau-pulau yang beberapa diantaranya berukuran kecil dan tidak berpenghuni. Sedangkan, di tengah laut banyak terdapat kelong terbuat dari kayu dengan atap daun rumbia, yang berfungsi sebagai alat untuk menangkap ikan teri atau bilis.

Lokasinya yang agak jauh dari pusat kota, membuat pantai ini menjadi pelarian sempurna bagi Anda yang letih beradu dengan hiruk-pikuk kehidupan urban. Pantai ini tergolong masih murni. Jika matahari bersinar cerah, pasir putih di Pantai Trikora terlihat berkilauan, dan terkadang memantulkan warna-warni antara biru dan hijau, akibat pantulan sinar mentari oleh terumbu karang yang ada di sekitar pantai. Bila dilihat dari dekat, sungguh fantastis. Warga setempat menyebutnya dengan warna ‘Lancang Kuning’, karena mirip dengan warna di legenda cerita perahu Lancang Kuning Berlayar Malam. Jika diperhatikan seksama ada lima warna yang semburat di atas pasir putih Pantai Trikora, dapat dilihat dengan mata telanjang. Warna-warna itu antara lain bening, hijau muda, hijau agak pekat, biru muda dan biru pekat.

Suasana

Untuk beristirahat sejanak, Anda bisa menyewa pondok-pondok sederhana yang tersedia sambil menikmati semilir angin sepoi yang menyejukkan, dengan biaya sewa perhari. Namun jangan membayangkan fasilitas yang memadai dan modern bisa Anda dapatkan disini, karena kealamiannya benar-benar dijaga, sedapat mungkin tidak mendapat banyak campur tangan manusia. Begitu pula dengan fasilitas toilet umum, atau tempat penitipan anak, maupun supermarket agak sukar ditemukan. Jika terpaksa, Anda bisa menumpang toilet di rumah penduduk sekitar. Tidak perlu khawatir, warga sekitar sangat ramah, mereka dengan senang hati meminjamkannya kepada siapapun yang membutuhkan.

Tidak lengkap namanya jika kita tidak menikmati kuliner setempat setelah berkunjung jauh-jauh. Di pinggir pantai banyak sekali warga menawari jajanan kaki lima mulai dari ikan bakar, jangung bakar, sotong bakar dll. Semuanya masih segar dan merupakan hasil tanggapan Pantai Trikora. Hasil tangkapan ikan laut segar sembari menikmati keindahan pemandangan alamnya. Wah, nikmat tentunya.

Malam hari, keindahan pantai tak tampak, kecuali saat bulan purnama. Belum ada aliran listrik yang masuk ke wilayah ini. Sebaiknya jika Anda ingin berkunjung, waktu yang tepat sekitar pagi hingga siang hari.

Pantai Trikora sebenarnya dapat menjadi obyek wisata alternatif yang tidak kalah indahnya dibandingkan dengan Pantai Bintan Resort. Pantai Bintan Resort kawasan wisata berkelas internasional di Lagoi, Kecamatan Bintan Utara (sekitar 40 kilometer dari pantai Trikora). Namun karena pengelolaannya masih bersifat tradisional, maka pantai Trikora sampai saat ini hanya dikunjungi oleh orang-orang yang berasal dari Pulau Bintan dan sekitarnya saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *